,+Sudahkan+Kita+Siap+Bersaing.png)
Dalam hal ini peranan bahasa Inggris
sangat diperlukan baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam
berinteraksi secara aktive. Sayangnya untuk menguasai bahasa Inggris butuh
waktu lama, bahkan dari SD, SMP, SMA dan lulus S1 masih belum puas dengan
bahasa Inggrisnya, bahkan pandangan sebagian orang hingga sampai dengan
terhapusnya sekolah SBI/RSBI, sebagian masyarakat masih berparadigma bahwa
dengan adanya bahasa Inggris maka akan lahirlah generasi-generasi penerus
bangsa yang hilang akan jati dirinya terutama dalam aspek bahasa (sebagai salah
satu elemen budaya Nasional/jati diri bangsa).
Dalam konteks tersebut, perlu adanya
perubahan paradigma berfikir tentang pentingnya bahasa Inggris, yaitu persepsi
baru bahwa dalam era globalisasi menghadapi KEA, MEA dan AFTA 2015 nanti,
dimana daya saing tiap individu dari berbagai Negara saling berlomba dalam
mendominasi berbagai macam lapangan kerja / usaha, selain bahasa Indonesia
sebagai bahasa pemersatu (bahasa Nasional) yang wajib dikuasai, bahasa
Internasional pun menjadi bahasa kedua yang patut dan wajib dikuasai. Bagaimana
kita akan bisa memenangkan suatu Bisnis jika komunikasinya saja masih penuh
kendala!.
Di era pasar bebas nanti, bukan hanya
modal yang dapat mengalir melintasi batas negara. Banyak tenaga kerja dari
suatu negara akan mengalami hal yang sama. "Orang Malaysia,Vietnam ,
Philipina dan Singapura dan negara Asean lainnya menjadi saingan utama karena
faktor bahasa.Program study kebidanan sebagai lembaga pendidikan yang
berkonsentrasi dibidang kesehatan untuk mencetak sumber daya manusia yang
berkompeten maka bahasa Inggris menjadi nilai lebih yang tidak mungkin ditinggalkan
untuk menghadapi persaingan Pasar Bebas tersebut, Jadi bagi tenaga kerja lokal,
sudah harus mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik.
Mari kita semua mempersiapkan diri
untuk menghadapi dan bersaing di Pasar Bebas ASEAN 2015.







No comments:
Post a Comment