Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Wajib Untuk Menghadapi KEA, MEA dan AFTA



Bahasa Inggris adalah alat komunikasi wajib untuk menghadapi Komunitas Ekonomi Asean ( KEA) sesuai kesepakatan para pemimpin ASEAN di phnom Penh November 2012 yang diberlakukan mulai tanggal 31 Desember 2015, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang juga akan diberlakukan desember 2015, untuk menghadapi hal tersebut khususnya AFTA 2015 yang sudah di depan mata. Memasuki era pasar bebas ASEAN (AFTA) 2015 menuntut setiap individu untuk mempersiapkan sumber daya yang handal terutama di bidang komunikasi.

Dalam hal ini peranan bahasa Inggris sangat diperlukan baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara aktive. Sayangnya untuk menguasai bahasa Inggris butuh waktu lama, bahkan dari SD, SMP, SMA dan lulus S1 masih belum puas dengan bahasa Inggrisnya, bahkan pandangan sebagian orang hingga sampai dengan terhapusnya sekolah SBI/RSBI, sebagian masyarakat masih berparadigma bahwa dengan adanya bahasa Inggris maka akan lahirlah generasi-generasi penerus bangsa yang hilang akan jati dirinya terutama dalam aspek bahasa (sebagai salah satu elemen budaya Nasional/jati diri bangsa).

Dalam konteks tersebut, perlu adanya perubahan paradigma berfikir tentang pentingnya bahasa Inggris, yaitu persepsi baru bahwa dalam era globalisasi menghadapi KEA, MEA dan AFTA 2015 nanti, dimana daya saing tiap individu dari berbagai Negara saling berlomba dalam mendominasi berbagai macam lapangan kerja / usaha, selain bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu (bahasa Nasional) yang wajib dikuasai, bahasa Internasional pun menjadi bahasa kedua yang patut dan wajib dikuasai. Bagaimana kita akan bisa memenangkan suatu Bisnis jika komunikasinya saja masih penuh kendala!.

Di era pasar bebas nanti, bukan hanya modal yang dapat mengalir melintasi batas negara. Banyak tenaga kerja dari suatu negara akan mengalami hal yang sama. "Orang Malaysia,Vietnam , Philipina dan Singapura dan negara Asean lainnya menjadi saingan utama karena faktor bahasa.Program study kebidanan sebagai lembaga pendidikan yang berkonsentrasi dibidang kesehatan untuk mencetak sumber daya manusia yang berkompeten maka bahasa Inggris menjadi nilai lebih yang tidak mungkin ditinggalkan untuk menghadapi persaingan Pasar Bebas tersebut, Jadi bagi tenaga kerja lokal, sudah harus mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Mari kita semua mempersiapkan diri untuk menghadapi dan bersaing di Pasar Bebas ASEAN 2015.

Share:

No comments:

Select Language

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified