Borobudur, (magelang.sorot.co)-- Apabila belajar Bahasa Inggris dirasa sulit bagi beberapa orang, kali ini ada sebuah tempat yang dapat mengemas bagaimana mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih...
BELAJAR bahasa Inggris sejak SMP, ada juga yang malah sejak SD, tapi sampai lulus kuliah tetap nggak bisa berbahasa Inggris? Ini masalah klasik di Indonesia. Bahkan sarjana Bahasa Inggris pun mengalaminya. Kalau begitu, cobalah metode....
Kampung Inggris ini tak hanya ada di Pare, Jawa Timur lho. Jika ingin bisa cas cis cus berbahasa Inggris, kalian bisa berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur, Magelang. Seperti namanya, tentu saja desa bahasa ini....
Kick Andy Heroes tahun ini akan kembali diselenggarakan dan ada 21 nama yang masuk ajang yang memberikan penghargaan kepada para pahlawan kemanusiaan.
Cara Cepat Mahir Bahasa Inggris Tanpa Banyak Mikir
Kenapa harus liburan bersama Desa Bahasa Borobudur? Program Edukasi dan wisata sangat menyenangkan dan pulang tahu-tahu mahir bahasa Inggris. walau dari "Nol". Bahkan walau tadinya takut, tidak suka bahasa Inggris jadi suka dan berani cas cis cus bahkan Pidato di Depan Umum.
Program Edukasi dan Wisata, Peserta akan diajak berwisata sambil belajar bahasa Inggris, cocok untuk Pelajar ataupun keluarga yang mau liburan bermanfaat Read More
Program Terbaru Desa Bahasa, Pembelajaran intensif selama 1 bulan dengan 2x pertemuan dalam 1 hari, cocok untuk mahasiswa dan umum yang punya banyak waktu luang Read More
Gandeng Desa Bahasa Borobudur, Polres Magelang Latih Bahasa Inggris Personelnya
Mei 26, 2018
Tribratanews.jateng.polri.go.id, Magelang – Sebanyak 20 personel Polres Magelang Polda Jateng mengikuti pelatihan Bahasa Inggris / English Course yang diselenggarakan oleh Urusan Latihan (Urlat) Sumberdaya Manusia Polres Magelang yang dilangsungkan di Aula Polres Magelang, Jum’at (25/5).
Kegiatan ini merupakan salah satu terobosan dari Kapolres Magelang dengan menggandeng Desa Bahasa Borobudur untuk meningkatkan kemampuan personil dalam bahasa inggris, Hal ini sebagai upaya pelayanan masyarakat wisman di daerah tujuan wisata seperti Borobudur.
Kepala Bagian Sumberdaya Manusia Kompol Eko Mardiyanto disela sela mengikuti jalanya pelatihan menyampaikan bahwa dengan pelatihan ini anggota Polri khususnya Polres Magelang bisa menguasai dan terampil berbahasa Inggris.
Materi yang diberikan adalah Adjective serta pengenalan profil Desa bahasa Borobudur dan dilanjutkan pelatihan bahasa Inggris dasar dengan metode yang diajarkan layaknya di Camp Desa bahasa Borobudur disampaikan instruktur Mr. Aziz dan Mr.Zudit. (Hms)
Sumber : https://tribratanews.jateng.polri.go.id/2018/05/26/gandeng-desa-bahasa-borobudur-polres-magelang-latih-bahasa-inggris-personelnya/
Borobudur,(magelang.sorot.co)--Apabila belajar Bahasa Inggris dirasa sulit bagi beberapa orang, kali ini ada sebuah tempat yang dapat mengemas bagaimana mempelajari Bahasa Inggris dengan lebih mudah dengan metode yang lebih menarik dan menyenangkan.
Di Desa Bahasa Borobudur di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang misalnya. Di sana masyarakat berusaha diajak bersama-sama mempelajari bahasa Inggris dengan beberapa metode yang lebih menarik.
Nurofingatul Azis (21), salah seorang pengajar di Desa Bahasa Borobudur mengungkapkan bahwa sebenarnya desa bahasa ini sudah berdiri kurang lebih 16 tahun silam denegan tujuan awal memerangi kebodohan.
"Pada awalnya tujuan kita hanya untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar saja. Itu karena desa bahasa ini terletak tidak jauh dari lokasi Taman Wisata Candi Borobudur," ujar dia, Sabtu (05/08/2017).
Adapun metode pembelajaran yang diberikan di desa bahasa ini antara lain listening and drilling. Sedangkan program pembelajaran yang paling diminati di tempat ini adalah eduwisata.
"Eduwisata sendiri memadukan belajar Bahasa Inggris sambil berwisata. Jadi kita membiasakan berbahasa Inggris bersama kelompok belajar sambil berwisata di sekitaran Borobudur," jelas Nurofingatul Azis.
Perlu diketahui sebelumnya bahwa Desa Bahasa Borobudur ini juga gratis khusus bagi warga Desa Ngargogondo.
Yuni Melinda Sari (18), salah satu murid yang sedang mengikuti program reguler di Desa Bahasa Borobudur mengaku senang bisa belajar di tempat tersebut lantaran tidak membuat bosan dan mudah dipahami.
"Yang jelas belajar di tempat ini sangat berbeda, karena kita tidak merasa seperti belajar melainkan seperti bermain sehingga lebih asyik. Jadi lebih mudah untuk ditangkap otak," tuturnya. (Jeremia Eka)
Desa Bahasa Borobudur, Kampung Inggris Tak Hanya di Pare. Dear Pejalan Santai, Kampung Inggris di Pare, Jawa Timur sudah tersohor di seantero Indonesia. Tiap tahun, ribuan pelajar, mahasiswa dan umum berbondong-bondong ke sana untuk belajar bahasa Inggris agar bisa cas cis cus seperti bule. Hasilnya pun cukup memuaskan. Banyak orang yang jadi percaya diri berbahasa Inggris setelah mondok di Pare.
Bermain sambil belajar di Desa Bahasa Borobudur
Namun ternyata, Kampung Inggris ini tak hanya ada di Pare, Jawa Timur lho. Jika ingin bisa cas cis cus berbahasa Inggris, kalian bisa berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur, Magelang. Seperti namanya, tentu saja desa bahasa ini berada di dekat Candi Borobudur, Magelang di Jawa Tengah. Tepatnya di Dusun Keparakan, Desa Ngargogondho, Borobudur.
Seseruan bersama Gradien Mediatama di Desa Bahasa
Beberapa waktu lalu, aku dan teman-teman blogger Gandjel Rel dan IIDN Semarang berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur atas undangan Desa Bahasa dan Penerbit Gradien Mediatama dari Yogya.
Kami diundang untuk merasakan atmosfer belajar Bahasa Inggris di Desa Bahasa ini sekaligus menghadiri peluncuran buku belajar Bahasa Inggris terbaru karya Pak Hani, pendiri Desa Bahasa Borobudur ini. Pas tiba, kami sudah terkagum-kagum dengan suasana pedesaan yang mendukung kegiatan belajar ini, Syahdu!
Blogger Gandjel Rel dan IIDN piknik ke Desa Bahasa
Di sini, kita bisa belajar berbahasa Inggris secara fun di sebuah perkampungan penduduk. Dipandu instruktur yang berpengalaman, warga lokal Borobudur.
Buat kita yang tadinya tidak percaya diri cas cis cus, setelah belajar di Desa Bahasa akan lebih pede untuk mengobrol. Belajarnya pun seru karena diajar secara berkelompok, tak hanya di kelas tapi di mana pun. Bisa di lapangan sambil bermain aneka permainan.
Untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris peserta, kita akan diajak piknik ke Candi Borobudur dan langsung uji nyali. Uji nyali? Yes, karena kita harus berani pedekate dengan turis asing dan mengajaknya mengobrol. Aduh, sumpah aku keder, Cyiin!
Penggagas Desa Bahasa Borobudur ini adalah Mr. Hani Sutrisno, warga asli Desa Bahasa. Desa Bahasa sejak tahun 1998. Pria kelahiran Magelang 04 Agustus 1974 ini beristrikan Ani Faizah dan memilliki tiga anak yaitu Lady, Muhammad dan Gozali.
Bersama Pak Hani Sutrisno (Foto: Arina)
Saat SMP tahun 1987, Pak Hani berjualan kartu pos secara asongan di sekitar Candi Borobudur. Kartu pos bergambar Candi Borobudur ini ia jajakan sambil berteriak, “Buy me, Sir, Buy me, Miss!”
Bahaya ya, anak lelaki teriak-teriak minta dibeli, untung saat itu belum marak perdagangan manusia hingga Mr. Hani selamat dan sehat hingga saat ini, hehe.
Bahasa Inggrisnya yang asal bunyi ternyata membuahkan transaksi: Para turis asing membeli kartu posnya. Ketika bertemu para mahasiswa yang mengunjungi Candi Borobudur, barulah ucapannya dibetulkan menjadi “Sir, buy my postcard, buy my postcard, “
Grup musik perkusi Desa Bahasa menghibur kami
Kesukaannya mengobrol dengan turis asing ini, membuatnya tertarik ingin jago Bahasa Inggris. Pak Hani pun berusaha keras hingga ia masuk IKIP PGRI Wates Yogya. Setelah merantau ke Bandung, Pak Hani kembali ke Desa Ngargoghondo dan mengajar bahasa Inggris di SDN Borobudur 1.
Pengalaman mengajar ini yang bikin Pak Hani mendadak ide merintis Desa Bahasa Borobudur. Di mana orang belajar Bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan. Nggak bakal ada lagi yang namanya takut salah atau takut bicara dalam Bahasa Inggris.
Di Dusun Keparakan ini, Pak Hani mengajak anak-anak muda dusunnya untuk belajar. Ia memberi pelajaran Bahasa Inggris dengan metodenya sendiri. Sudah seleksi alam, muridnya satu-persatu tumbang.
Menurut Pak Hani, lebih asyik mengajar orang yang membayar daripada gratis, karena orang yang membayar untuk mendapatkan ilmu akan berusaha semaksimal mungkin karena sudah melakukan pengorbanan. Beda dengan yang gratisan.
mendoan hangat suguhan Desa Bahasa
Pak Hani pun merekrut pemuda-pemuda dusun untuk menjadi pegawainya di Desa Bahasa. Salah satunya, Miftah.
Pemuda berusia 22 tahun ini ramah dan sabar menemani kami berkeliling Desa Bahasa, memperlihatkan rumah-rumah penduduk yang dijadikan homestay untuk para siswa-siswi yang belajar disana. Rumah penduduk ini diberi nama sayuran dalam Bahasa Inggris untuk menandakan rumah homestay.
seru seruan di Desa Bahasa
Miftah dan temannya, Abdul, mengajak kami ke rumah Pak Hani lalu menuju ke sebuah rumah yang ruangannya menjadi kelas pengajaran di Desa Bahasa. Ruangannya sederhana. Tidak dilengkapi meja belajar dan kursi atau bahkan papan tulis seperti layaknya kelas untuk kegiatan belajar-mengajar.
Ruangannya terbuka, dan para murid dan mentor duduk lesehan. Mereka adalah para siswa yang mengikuti kursus 6 hari lancar #casciscus dengan metode Pak Hani. Cara bealajarnya fun banget, siswa-siswi jadi semangat banget. Jadi pengen ikutan belajar juga!
Suasana kelas belajar bahasa Inggris di Desa Bahasa
Desa Bahasa Borobudur, Kampung Inggris Tak Hanya di Pare
Selain belajar di kelas, mereka juga ada kegiatan outbond dan rafting di Sungai Elo dan mengunjungi Candi Borobudur untuk uji nyali eh uji kemampuan.
Selain mengelola Desa Bahasa, Pak Hani juga penulis buku best seller lho. Buku terbarunya berjudul 6 hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris Ala Desa Bahasa Borobudur berisi metode yang diterapkan Pak Hani di Desa Bahasa dan meluluskan ratusan siswa.
Belajar Bahasa Inggris metode jari bersama Mas Abdul
Setelah berkeliling Desa Bahasa, kami pun diajak menyantap masakan andalan desa Bahasa, mangut beong, sejenis ikan lele dari sungai di sekitar desa dan ternyata belum bisa dibudidayakan.
Mangut beong dengan santan pedas, sangat menggugah selera kami. Dilengkapi juga dengan jamur krispy dan lauk lainnya. Makan siang bersama hari itu sangat nikmat dan guyub, Alhamdulillah!
Mangut beong makanan khas Magelang (Foto: Mechta Deera)
Setelah makan siang, kami diajak mempelajari tenses dalam Bahasa Inggris dengan metode jari. Aih, ternyata lebih mudah menghapalnya dengan cara menyanyi ya, lebih nyantol! Setelah itu, kami diajak bermain di lapangan, tentu saja dengan cas cis cus Bahasa Inggris. Seru!
Apalagi dihibur dengan alunan musik perkusi grup Desa Bahasa Borobudur dan sepiring mendoan hangat. Nikmat!
Sumber : https://www.pejalansantai.com/2018/04/desa-bahasa-borobudur-kampung-inggris.html
BELAJAR bahasa Inggris sejak SMP, ada juga yang malah sejak SD, tapi sampai lulus kuliah tetap nggak bisa berbahasa Inggris? Ini masalah klasik di Indonesia. Bahkan sarjana Bahasa Inggris pun mengalaminya. Kalau begitu, cobalah metode 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur ini.
Desa Bahasa Borobudur memang bukan desa sebenar-benarnya. Kampung atau dusun pun bukan. Luasnya tak ada satu RT malahan. Ini merupakan tempat kursus bahasa Inggris yang secara administratif terletak di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kalau Anda pernah ke Pare, Kediri, di sana terdapat satu wilayah yang disebut Kampung Inggris. Sama-sama mengajarkan bahasa Inggris, tapi dua tempat ini berbeda jauh dalam hal konsep. Dan mungkin juga metode pembelajaran.
Di Kampung Inggris Pare terdapat ratusan tempat kursus, tentu saja dengan ratusan metoda pembelajaran. Di Desa Bahasa Borobudur kita hanya akan menemui satu tempat kursus, yaitu yang diselenggarakan oleh Mr. Hani Sutrisno, founder lembaga pendidikan revolusioner ini.
Desa Bahasa Borobudur terletak tak jauh dari kawasan Candi Borobudur. Mr. Hani yang asli orang Magelang sendiri pada masa kecilnya berjualan kartu pos pada wisatawan asing di area candi. Dalam menawarkan dagangannya, Mr. Hani kecil menggunakan Bahasa Inggris yang jauh dari kata baik dan benar, berantakan sekali.
Ketika mendekati turis, Mr. Hani menawarkan dagangannya dengan mengatakan, “Buy me, Sir.” Maksudnya, sih, “Belilah dagangan (kartu pos) saya.” Cuma Mr. Hani kecil hanya tahu kata buyyang berarti “beli” dan me yang berarti saya. Toh, bermodal dua kata asing yang dipadukan secara serampangan ini Mr. Hani berani berinteraksi dengan bule.
Karenanya, ketika menyambut rombongan blogger Gandjel Rel dan penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dari Semarang pada 24 September 2016 lalu, Mr. Hani menekankan pentingnya keberanian berbicara sebagai modal utama menguasai Bahasa Inggris.
Latar belakang Mr. Hani, serta pengalamannya dalam mempelajari Bahasa Inggris secara otodidak inilah yang kemudian melahirkan sebuah metode pembelajaran unik dan menarik. Metode pembelajaran revolusioner yang membantu kita menguasai Bahasa Inggris lebih cepat secara menyenangkan.
Melibatkan Anggota Badan
Tidak berlebihan jika metode pembelajaran Bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur ini dikatakan revolusioner. Berbeda dengan sekolah-sekolah formal, pembelajaran bahasa Inggris di Desa Bahasa Borobudur lebih menekankan pada praktik. Materi disampaikan secara menyenangkan dengan melibatkan semua anggota tubuh untuk memaksimalkan daya ingat.
Sebagai contoh, untuk menunjukkan “I” (saya) diperagakan dengan menunjuk ke diri sendiri. Lalu “You” (Anda) diperagakan dengan menunjuk ke depan, “We” dengan membentangkan kedua telapak tangan ke depan, “They” dengan membuat lingkaran besar menggunakan kedua tangan, “He” (dia laki-laki) menunjuk ke samping kanan, dan “She” (dia perempuan) menunjuk ke kiri.
Ada pula gerakan-gerakan untuk menghapal 16 tenses. Digunakan gerakan-gerakan tertentu yang masing-masing menggambarkan keterangan waktu (time) dan kejadian (event). Kedua tangan dipergunakan secara aktif, dikombinasikan, membentuk paduan gerakan yang mewakili ke-16 tenses dalam bahasa Inggris.
Ada empat pembagian waktu, yakni present (sekarang), past (lampau), future (yang akan datang), dan past-future (membicarakan masa depan dari perspektif masa lalu). Sedangkan kejadian ada tiga, yakni simple (sederhana), continous (berkelanjutan), dan perfect (sempurna).
Present time diperagakan dengan jari telunjuk yang menunjuk ke bawah di depan dada. Lalu past time diperagakan dengan menunjuk ke belakang, future time menunjuk ke depan, dan past-future time menunjuk ke belakang lalu ke depan.
Untuk simple diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, seperti bahasa tubuh “oke.” Sedangkan continous diperagakan dengan menggerakkan telapak tangan di depan dada, dan perfect diperagakan dengan dua jempol ke depan.
Jadi, untuk Simple Present Tense diperagakan dengan membentuk lingkaran menggunakan jari telunjuk dan jempol, lalu dilanjutkan dengan menunjuk ke bawah di depan dada. Lebih lengkapnya bisa dilihat dalam video di bawah (ini.
Saya bersama teman-teman blogger Gandjel Rel dan komunitas IIDN mendapat kesempatan mempraktikkan cara ini. Awalnya membingungkan, tapi setelah beberapa kali dicoba cara ini terbukti membuat kami yang rata-rata sudah berumur lebih mudah mengingat-ingat ke-16 tenses.
Luar biasa!
Jadi Destinasi Liburan Edukatif
Metoda belajar Bahasa Inggris nan unik dan menyenangkan menarik minat banyak orang untuk datang ke Desa Bahasa Borobudur. Mulai dari perorangan sampai instansi, semuanya ingin merasakan keampuhan cara belajar yang diterapkan Mr. Hani. Dan, sebagian besar dari mereka merasa puas akan hasil yang dicapai.
Mr. Hani bercerita, ada salah satu siswa yang awalnya mengambil paket 6 hari. Namun sakingsenangnya dengan metoda pembelajaran dan suasana yang ada di Desa Bahasa Borobudur, siswa tersebut menambah waktu belajarnya.
Lain lagi cerita salah satu instruktur yang mengantar kami berkeliling Desa Bahasa Borobudur. Menurut mas-mas yang juga anggota kelompok musik angklung ini, ada siswa yang karena terlalu asyiknya sampai tak sadar waktu belajarnya sudah habis dan ia harus pulang.
Secara umum, siswa-siswi Mr. Hani merasa enjoy melahap materi demi materi yang disampaikan setiap hari. Metode pembelajaran yang lebih mengedepankan fun dan dibumbui permainan membuat Bahasa Inggris tak lagi sulit dicerna. Sebaliknya, menjadi sangat mudah dipelajari.
Oya, di Desa Bahasa Borobudur memang ada paket-paket pembelajaran dengan durasi selama 6 hari, 10 hari, dan sebulan. Paket-paket ini dikemas dalam bentuk kegiatan eduwisata, edukasi dan wisata. Sehingga tak hanya belajar, siswa juga akan dibawa berwisata ke beberapa titik menarik di seputaran Candi Borobudur.
Begini suasana pembelajaran di Desa Bahasa Borobudur. Kelas-kelas terbagi dalam kelompok kecil, belajar bersama secara aktif dengan penekanan pada praktik percakapan. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com
Beberapa kegiatan dalam paket 6 hari misalnya adalah tour de village alias berkeliling desa. Kemudian siswa juga akan diajak hunting turis asing di sekitaran Candi Borobudur untuk praktik speaking. Selain di candi, praktik speaking biasa dilakukan di tempat-tempat penjualan cinderamata. Sebagai selingan, siswa diajak naik dokar, tur keliling kota, sampai rafting atau arung jeram di sungai.
Untuk menampung siswa-siswi yang berasal dari luar Magelang, Desa Bahasa Borobudur bekerja sama dengan penduduk setempat dalam menyediakan penginapan. Siswa-siswi diinapkan di rumah-rumah penduduk setempat dan berbaur dengan pemilik rumah.
6 Hari Lancar Cas Cis Cus Nah, bagi kita yang belum bisa belajar langsung ke Desa Bahasa Borobudur, Mr. Hani baru saja meluncurkan buku terbaru berjudul 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Indonesia Tera dan beredar di toko-toko buku sejak Agustus 2016.
Saya dan teman-teman blogger yang ikut dalam kunjungan ke Desa Bahasa Borobudur ini beruntung sekali masing-masing mendapat satu eksemplar gratis untuk dibawa pulang. Lumayan untuk memperlancar cas cis cus sembari mengumpulkan biaya mengikuti program eduwisata enam hari. Hehehe…
Sesuai judulnya, buku ini berisi materi-materi yang diajarkan di Desa Bahasa Borobudur. Metode pembelajaran 6 hari dalam buku sudah teruji pada lebih dari 15.000 siswa yang pernah belajar langsung ke Magelang. Metode ini juga sudah dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM RI lho.
Mungkin banyak yang bertanya, benarkah kita bisa menguasai Bahasa Inggris hanya dalam 6 hari? Sedangkan mereka yang sudah belajar bertahun-tahun sekedar mengingat-ingat 16 bentuk tense pun kesulitan.
Mr. Hani punya jawabannya. Dalam buku ini beliau membeberkan tiga modal utama belajar Bahasa Inggris. Ketiganya adalah motivasi, metodologi, dan sistem.
Mr. Hani Sutrisno memberikan eksemplar pertama buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur kepada Mbak Dewi “Dedew” Rieka sebagai perwakilan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) sekaligus komunitas blogger Gandjel Rel. FOTO: Eko Nurhuda/bungeko.com
Di Desa Bahasa Borobudur, hal pertama yang dilakukan oleh instruktur adalah mengubah mind set peserta. Sebelum masuk ke sesi pelajaran selalu ditanamkan bahwa Bahasa Inggris itu mudah, cepat, dan menyenangkan. Inilah yang menjadi motivasi sehingga proses belajar terasa lebih mudah.
Untuk metodologi, Mr. Hani mengembangkan lebih dari 100 metode baru untuk menguasai Bahasa Inggris secara aktif. Hebatnya, semua metode tersebut suidah mendapatkan sertifikat dari Kemenkum HAM sehingga hanya bisa didapatkan di Desa Bahasa Borobudur. Tidak ada di tempat lain, eksklusif!
Mengenai sistem, Desa Bahasa Borobudur punya pola belajar tersistem yang mampu menjaga semangat peserta dari hari ke hari, dari level satu ke level berikutnya. Sehingga meskipun proses pembelajaran dilakukan full day, dari pagi hingga sore dengan jeda sejenak untuk makan dan beribadah, peserta tak merasa jenuh.
Bermodal tiga hal itulah belajar Bahasa Inggris selama 6 hari saja dapat meningkatkan kemampuan peserta secara signifikan. Setidaknya peserta dijamin berani praktik ngomong, tak lagi memikirkan benar-salah. Bercakap-cakap langsung dengan native speaker pun bukan lagi khayalan semata.
Idealnya sih memang belajar langsung di Desa Bahasa Borobudur ya. Tapi kalau karena satu dan lain hal kita belum bisa ke sana, baca saja dulu buku 6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris a la Desa Bahasa Borobudur karya Mr. Hani Sutrisno ini. Jangan lupa praktik, agar enam hari berikutnya kita bisa lancar cas cis cus berbahasa Inggris.
So, are you ready to cas cis cus fluently in English?
Sumber : https://bungeko.com/2016/09/30/6-hari-lancar-cas-cis-cus-bahasa-inggris-a-la-desa-bahasa-borobudur/
Saatnya mengisi liburan dengan kursus di desa bahasa borobudur.
Dari tahun ketahun negara indonesia selalu di datangi oleh wisatawan asing dari luar negeri, bahkan dari tahun ketahun itu juga semakin tambah wisatawan.
Pertanyaanya? Apa yang harus kita lakukan dengan adanya wisatawan yang per tahun itu semakin banyak? Apakah hanya akan menontonya atau malah acuh tak acuh.
Untuk mahasiswa yang sedang bingung mau liburan kemana, ayo kita sambut rejeki di depan mata, dengan apa itu? Untuk langkah dasarnya adalah kita bisa berkomunikasi dengan wisatawan wisatawan yang berdatangan. Bagaimana kah caranya? Yuk segera daftar di Desa Bahasa Borobudur.
Program Desa bahasa adalah solusi yang paling tepat untuk menyambut liburan, khususnya Mahasiswa. Karena metode yang diterapkan disini sangat sangat berbeda dengan yang ada di sekolahan 95% praktik dan 5% saja teori. Karena untuk bisa mahir bahasa Inggris yaitu dengan praktik praktik dan praktik, apa mungkin kalau kita ketemu wisatawan hanya dengan bahasa isyarat?
Para peserta Desa Bahasa Borobudur sedang menghafal 16 tenses
Kursus Bahasa Inggris hanya 1 bulan Di Desa Bahasa Borobudur
Dengan metode, motivasi dan sistem yang mudah cepat dan menyenangkan, anda akan kita sulap menjadi master English walaupun dari nol dan pastinya bisa ngobrol langsung sama turis asing tanpa perlu banyak mikir. Cukup 10 Hari untuk mengisi liburan anda, homestay makan 3 kali sehari dalam 10 hari, tiket candi dan fasilitas yang lain sudah all in one.
Program Super Intensif 1 Bulan Desa Bahasa Borobudur bisa jadi menjadi pilihan yang tepat bagi anda yang punya waktu luang yang banyak.
Kursus Bahasa Inggris hanya 1 bulan Di Desa Bahasa Borobudur
Ayo daftar segera dan jangan sia siakan kesempatan emas di tahun 2018.
Target Materi yang akan di sampaikan dr SD sampai Universitas akan di kuasai secara singkat. dan sangat mendukung untuk materi dasar sebelum target score TOEFL di atas 550.
Program Super Intensif ini sudah termasuk penginapan dan makan siang, Untuk semua fasilitas tersebut anda cukup membayar Rp. 3.500.000. Tapi untuk bulan ini masih ada promo cukup dengan Rp. 2.500.000 dengan ketentuan sbb:
1. Mendaftar dan lunas 10 hari sebelum hari pelaksanaan